
Beberapa orang yang kreatif berusaha keras memikirkan bagaimana caranya menggunakan lebih dari satu nomor tapi tetap memakai satu ponsel. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat adapter atau slot untuk menyimpan lebih dari satu kartu SIM (subscriber identity module). Ada misalnya dual SIM card adapter atau triple SIM card adapter. Ini hanya salah satu dari sekian banyak cara agar satu ponsel memiliki lebih dari satu nomor.
Walaupun ini bukan teknologi atau alat baru -- karena ada sekitar tiga tahun lalu-- tapi penonton cukup antusias. Hal ini terlihat dari sekitar 200 SMS yang sebagian besar menanyakan, ''Kalau saya pakai handphone tipe ini, sudah ada enggak ya dual SIM card-nya?''
Acara yang dipandu Meutya Hafid tersebut menampilkan narasumber praktisi IT/programer Hadi Jayani. Melalui situsnya www.interdimension.org, dia mengupas dual SIM card adapter ini.
Hadi mengakui hadirnya dual SIM card adapter tersebut karena faktor kebutuhan di mana operator-operator seluler yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelayanannya. Sehingga untuk lokasi tertentu seseorang menggunakan operator A, tapi pada lokasi lain dia menggunakan operator B. Atas dasar itu tampak ada kebutuhan untuk menggunakan lebih dari satu SIM card dari operator seluler berbeda.
Kebutuhan menggunakan dua SIM card memberi pilihan harus menggunakan dua ponsel. Apa ada cara yang lebih praktis?
Melihat adanya peluang bisnis yang cukup menjanjikan di balik dilema yang dihadapi oleh konsumen, ungkap Hadi, para pembuat aksesori ponsel segera merespons dengan melahirkan inovasi yang sangat kreatif. ''Mereka menawarkan produk dual SIM (double SIM) adapter, peranti sederhana yang dapat memuat dua kartu SIM GSM sekaligus,'' ungkap programmer komputer salah satu bank papan atas tersebut.
Dia mengungkapkan, alat tersebut berasal dari Taiwan dan sudah diproduksi secara massal. Ketika ditanya apakah alat tersebut legal, Hadi menjawab tentu saja legal. Pada dasarnya pemilik ponsel tidak mengutak-atik isi ponsel. Yang dilakukan hanya menambahkan alat (bisa dicabut kapan saja) seperti halnya para pemilik ponsel, juga sering menambahkan alat untuk mengurangi medan magnet atau pemantau sinyal.
Ini artinya para pemilik ponsel tidak perlu khawatir dengan garansi ponselnya, karena pemasangan dual SIM card adapter sama sekali tidak mengubah rangkaian elektronik ponselnya.
Diakui Hadi bahwa dengan dual SIM card adapter berarti membuat cabang pada SIM card adapter yang sudah ada pada ponsel. Namun, karena isi ponsel sudah dibuat sepresisi mungkin, maka tidak ada lagi ruang untuk menaruh dual SIM card tersebut. Jika menggunakan dua SIM card, maka yang dilakukan adalah mengganti tutup belakang dengan tutup yang lebih menonjol untuk memberi ruang bagi dual SIM card. Sehingga bentuk ponsel yang menggunakan dual SIM card akan kelihatan agak gemuk.
Cara lainnya adalah menggunakan dual SIM card yang baru yang disebut super slim dual SIM card. Karena begitu tipisnya dual SIM card ini, sehingga tidak perlu mengganti apa-apa pada casing ponsel.
''Sayangnya dual SIM card adapter ini sangatlah tergantung dengan merek dan tipe ponsel,'' ungkap Hadi.
Untuk yang jenis slim, Hadi mengakui perlu hati-hati karena masing-masing merek dan tipe ponsel harus menggunakan tipe dual SIM card yang tepat.
Tidak ada garansi
Hadi mengatakan karena barang dual SIM card ini tidak digaransi, maka sebaiknya jika akan menggunakannya harus memiliki informasi yang lengkap dulu. Jangan setelah membeli ternyata tidak cocok. Hadi menyarankan membuka milis forumponsel.com.
Informasi lain mengenai dual SIM card ini dapat dicari di http://ucables.com/products/dualsims/. Namun, informasi pembanding lain dapat dicari melalui search engine. Diakuinya, dengan menggunakan dual SIM card ini, nomor yang aktif tetap satu.
Menurut Hadi, untuk pindah nomor dengan cara memati-hidupkan ponsel. Jika ponsel di nomor A, ketika dimatikan lalu dihidupkan lagi akan pindah ke nomor B. Begitu seterusnya.
Namun, seorang pemirsa yang hampir dua tahun menggunakan dua SIM card melalui SMS menuturkan cara pindah nomor dapat dilakukan dengan menekan nomor tertentu pada keypad ponsel.
Lalu di mana memperoleh dual SIM card tersebut? Hadi mengakui, di toko aksesori ponsel biasanya ada. Harganya sekitar Rp90 ribu.
Diakuinya, sebagian besar dual SIM card itu hanya mendukung ponsel-ponsel tipe lama yang penggunanya banyak. Hal ini masuk akal karena pertimbangan ekonomis. Dual SIM card ini diproduksi secara massal sehingga berdasarkan pertimbangan ekonomis hanya ponsel yang banyak penggunanya yang kemungkinan akan menggunakan dual SIM card ini dalam jumlah banyak.
Apa dampak penggunaan dual SIM card ini pada ponsel? Hadi mengatakan, secara umum tidak ada dampak sama sekali atau kalaupun ada dampaknya, tapi hampir tidak terasa. Dual SIM card adalah rangkaian elektronik, sehingga karena ada penambahan rangkaian elektronik pada ponsel, maka yang akan terpengaruh adalah adanya penambahan konsumsi baterai. Tapi besarnya konsumsi baterai ini hampir bisa diabaikan karena saking kecilnya.
Soal ada keluhan sering hang, Hadi mengakui hang terjadi karena ponselnya terguncang atau jatuh, sehingga posisi SIM card berubah dari adapternya. Selama posisi SIM card berada tepat pada adapternya, maka bagi Hadi tidak ada alasan untuk hang atau error.
Apakah ada pengaruh terhadap sinyal? Hadi sekali lagi mengatakan sinyal berkaitan dengan kemampuan operator seluler menyediakan BTS (base transceiver station). Sepanjang SIM card-nya didukung BTS yang memadai, maka tidak ada masalah dengan sinyal.
Apakah ada dual SIM card orisinal dari vendor ponsel? Hadi mengatakan sepengetahuannya vendor ponsel tidak mengeluarkan dual SIM card (orisinal).
Hadi menyarankan agar sebelum menambahkan dual SIM card, maka sebaiknya mencari informasi secara lengkap melalui forum-forum diskusi, seperti forumponsel.com. Dengan demikian, kita terhindar dari kemungkinan yang tidak diharapkan.
No comments:
Post a Comment